Prinsip Prinsip Wisata Halal

4 PRINSIP WISATA HALAL yang harus anda ketahui .

Wisata halal yang kita kenal saat ini memiliki nama lain seperti Muslim Tour atau Wisata Muslim atau Halal Tour. Pada dasarnya wisata halal memiliki 4 prinsip yaitu :
  1. Menjaga tamu agar tidak berbuat syirik kepada Alloh Ta’ala yang bisa membatalkan keislamannya
  2. Memfasilitasi dan memberi waktu kepada tamu untuk mendirikan sholat jama’ zuhur ashar ketika di perjalanan.
  3. Menyediakan makanan halal sesuai syariat Islam .
  4. Menjaga tamu agar tidak berbuat maksiat .

1.Menjaga tamu agar tidak berbuat syirik kepada Alloh Ta’ala

Di dalam ajaran Islam, pelajaran akidah atau tauhid adalah sangat penting yang berkaitan dengan batal atau tidaknya keislaman seseorang. Dalam prakteknya, setiap muslim wajib menjaga tauhidnya agar tidak melakukan sekecil atau sesederhana apapun sebuah tindakan yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan syirik yang menyekutkan Alloh Ta’ala. Termasuk di dalam perjalanan wisata, seorang muslim wajib menjaganya.
Contoh perbutan syirik ketika tour : mengelus patung sembari berdoa dan atau berharap mendapat keberuntungan, membeli patung Dewa Rezeki, menulis nama di gembok dan berdoa agar cinta mereka langgeng dll.
Perbuatan perbuatan seperti ini wajib kita hindari dan tidak kita lakukan selama ikut tour.

2.Memfasilitasi dan memberi waktu kepada tamu untuk mendirikan sholat jama’ zuhur ashar ketika di perjalanan

Mengusahakan agar sholat jama’ dilakukan di Masjid atau musholla yang saat ini sudah banyak tersedia di kota kota yang dikunjungi. Bila tidak sempat karena ketiadaan Masjid/Musholla atau karena keterbatasan waktu, diusahakan mendirikannya di rest area atau taman atau pojokan tempat, dan bukan sholat sembari duduk di bus.

3.Menyediakan makanan halal sesuai syariat Islam

Makanan halal yang dimaksud adalah
  1. makanan yang disajikan dari restoran yang bersertifikat halal dari otoritas setempat atau
  2. makanan yang disajikan dari restoran yang dimiliki oleh Muslim dimana restoran itu tidak menyediakan menu babi atau menggunakan minyak babi atau alcohol ketika memasaknya , atau
  3. makanan berupa muslim friendly food (makanan dari laut/sea food : ikan, udang, cumi dll) yang dimasak tanpa minyak babi atau alcohol.

Lantas apa bedanya dengan wisata umum yang menyajikan hidangan yang disebut dengan no pork ? Makanan no pork yang dimaksud adalah hidangan yang disajikan ke tamu bukan babi , tetapi restoran itu pada umumnya juga memiliki menu babi dan atau menggunakan minyak babi yang tentu saja haram dikonsumsi oleh seorang muslim. Hal ini juga berkaitan dengan tempat memasak atau tempat penggorengan atau tempat penyajiannya yang bisa saja bercampur sehingga makanan no pork tadi menjadi haram dimakan oleh muslim.

4. Menjaga tamu agar tidak berbuat maksiat

Perbuatan maksiat yang dimaksud seperti berjudi , prostitusi atau menonton tarian sexy dan lain lain. Di dalam perjalanan wisata, sering kali para tamu diberikan info untuk mencari keberuntungan dengan bejudi atau disuguhkan sebuah hiburan yang sebenarnya dilarang dalam Islam seperti tarian sexy yang mengumbar aurat. Itu sebabnya di dalam wisata halal, hal hal seperti dicantumkan di atas tidak diperbolehkan.

Prinsip prinsip wisata halal ini tentu saja kami terapkan pada semua paket tour yang tersedia, seperti paket tour Eropa Barat, paket tour Eropa Timur, paket tour Rusia, paket tour Spanyol Maroko, paket tour Jepang dan lain lain 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel